Mempersepsikan Diri (Saila Azkiya)

Pernahkan anda merasa tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan sentuhan terbaik pada pekerjaan anda?

Pernahkah anda memiliki serangkaian pekerjaan yang hampir mustahil untuk terseslesaikan dalam waktu semalam?

Namun pernahkah anda melihat seseorang yang selalu mampu melaksanakan pekerjaannya dengan sempurna, sedangkan anda tidak mampu melakukannya sebaik dia?

Pertanyaannya adalah dimana letak perbedaan keduanya?

Saya memiliki sebuah cerita menarik untuk menjawab pertanyaan pertama, cerita ini terinspirasi dari Buku kesayangan saya Si Cacing dan Kotoran Kesayangan. Sebut saja Mawar, ah jangan Mawar. Mawar masih antri revisian dengan dosen pembimbingnya (hohoho). Let’s say Alent. Alent adalah seorang Sarjana Teknik Mesin dari salah satu perguruan tinggi ternama di Bandung. Dia mampu lulus dengan IPK sempurna Yap! 4,00! Beragam kontes robot dan mobil listrik ia ikuti. Namun bukan sekedar mengikuti, ia juga memenagkannya. Dari 24 kontes yang ia ikuti selama kuliah ia mendapatkan juara 1 17 kali dan sisanya juara 2 atau juara 3. Tak pernah satu kontespun ia lalui tanpa membawa gelar “kemenangan”. Alent juga pernah menjabat sebagai PresBEM Universitas dan membuat banyak perubahan disana. Setelah luluspun ia juga mendapat banyak tawaran pekerjaan dan memilih satu pekerjaan yang ia impikan di Jerman. Nah disitu kadang saya merasa sedih. Kenapa? Karena saya juga ingin seperti dia namun mengapa saya begini? Mengapa saya biasa bisa saja? Padahal dalam hati kecil saya juga tahu bahwa tiap tiap manusia dilahirkan dengan potensi yang sama, tinggal bagaimana kita mau mengasahnya. Dunia ini diibartkan sebagai sebuah taman bunga dan kita tinggal memilih mau menjadi apa. Bunga anyelir, sedap malam, anggrek, atau mawar atau bahkan memilih untuk tidak menjadi bunga. Memilih untuk terus menjadi bibit bunga dan enggan untuk tumbuh. Nah, semua itu adalah pilihan. Choose your life. Yap kembali lagi kepada Alent. Pada suatu seminar saya berkesempatan untuk berbincang langsung dengannya. Saya memulai perbincangan mengenai prestasinya, kemudian saya penasaran mengenai bagaimana cara dia untuk tetap bisa survive. Ia pun dengan santai menjawab “Alent”. Sayapun bertanya Alent? Apa maksudnya? Nama anda? Ia menjawab iya Alent, Alent adalah nama saya namun sekaligus prinsip saya dalam menghadapi semua challenge yang ada. A l e n t, Alent itu ah lain time, atau ah lain waktu. Saya selalu mengatakan hal itu kepada diri saya ketika saya dihadapkan dengan banyak pekerjaan dan saya diharuskan untuk memilih salah satu, namun bukan hanya sampai disitu. Saya tidak bisa hanya sekedar memilih satu dari banyak pekerjaan yang akan saya lakukan. Saya juga harus melakukan yang terbaik untuk perkerjaan saya. Saya memilih untuk fokus dan mengatakan “Ah laen time” untuk pekerjaan yang lain yang saya rasa kurang begitu urgent untuk dikerjakan. Saya terus meilihat goal dari pekerjaan yang saya pilih dan pada akhirnya saya mendpatkan pencapaian terbaik. Sebenarnya ini mirip dengan melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu. Disitu kita akan diarahkan untuk tetap melihat ke satu titik yaitu goal kita. Selalu ingat Alent “Ah laen time” untuk pekerjaan yang kurang penting atau kurang bermanfaat.
Pertanyaan kedua “Pernahkah anda memiliki serangkaian pekerjaan yang hampir mustahil untuk terseslesaikan dalam waktu semalam?” Saat itu pastilah anda bertanya kepada diri sendiri “so, what should I do?” mudah saja, pakai rumus Pokok e. Poko’e adalah kata yang berasal dari bahasa jawa yang artinya”pokoknya” atau “yang penting”. Pokok e “Pokoknya” Sering dipergunakan dalam percakapan ketika ngotot menginginkan sesuatu atau tidak mau kalah dalam suatu perdebatan. Pokok e “yang penting” dipergunakan dalam percakapan ketika menerima keadaan atau takdir dan tidak bisa tidak harus dilakukan sehingga diucapkan untuk merepresentasikan ucapan syukur. Pokok e “yang penting” ini diikuti dengan kata kerja. Sebagai contoh pokok e ngawe presentasi (yang penting bikin presentasi, meski tidak bisa maksimal yang penting buat dari pada tidak), pokok e ngarap tugas (yang penting ngerjakan tugas, daripada tidak dikerjakan), pokok e laporan e mari (yang penting laporan selesai, meskiun ada apanya, eh apa adanya), pokok e ini juga dapat diterapkan dalam keseharian kita sebagia represntasi syukur. Pokok’e mangan (yang penting makan, dari pada kelaparan), poko e budal kerjo (yang penting berangkat kerja, meskipun kondisi kurang enak badan), poko e shodaqoh (yang penting bisa sedekah, meskipun hanya sedikit), pokok e turu (yang penting bisa tidur, meski hanya sebentar) dan lain sebagainya. Rumus “pokok e” juga sangat cocok dipergunakan bagi mahasiswa semester akhir yang tak kunjung mendapatkan jodohnya, eh salah mendapatkan pencerahan dalam “studinya” (baca skrip-shit). Pokok e dimarekno (yang penting bisa selesai, meskipun kurang sempurna). It just skrip-shit, you can do this shit. Hahaha.
Pertanyaan ketiga “Pernahkah anda melihat seseorang yang selalu mampu melaksanakan pekerjaannya dengan sempurna, sedangkan anda tidak mampu melakukannya sebaik dia?”. Untuk menjawab pertanyaan ini mari kita kembali kepada hakikat “kesempurnaan”. Ukuran kesempurnaan itu berbeda- beda pada setiap orang. Sempurna menurut Alent belum tentu sempurna menurut Alent- Alent (baca Ale-ale). Jadi jika anda melihat seseorang mempu melakukan hal secara sempurna sedangkan anda tidak, jangan terburu-buru untuk mem-WOW kan dia. Karena bisa jadi kesempurnaan yang anda lihat itu adalah ketidak sempurnaan baginya. Dan sebaliknya Jika anda melakukan hal yang anda anggap belum sempurna, harap jangan terburu buru untuk berkecil hati. Karena bisajadi hal yang anda anggap kurang sempurna itu adalah sempurna menurut orang lain. Don’t think seriously, just enjoy it.
Pertanyaan ke empat “Dimana letak perbedaan keduanya? Jawaban ini sekaligus initi dari penjelasan panjang lebar diatas. Karena perbedannya terletak pada bagaimana kita mempersepsikan diri kita sendiri, karena Whether you think you can, or you think you can’t, you’re right (Henry Ford).
Saila Azkiya

Go Dong ISPS (Indosat School of Public Speaking) 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *